TechnonesiaIDOperasi keamanan menjadi pusat adopsi AI Hal ini menjadi strategi yang tak terelakkan bagi perguruan tinggi di wilayah tersebut. Sebuah studi terbaru oleh Kaspersky Hal ini menunjukkan fakta yang mengejutkan: 100% perusahaan di Indonesia berencana melakukan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam sistem pertahanan siber mereka.

Temuan ini mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu negara paling agresif dalam menggunakan inovasi AI untuk memperkuat pertahanan digitalnya. Di kawasan Asia Pasifik (APAC), hampir semua responden survei menyatakan niat serupa, dimana 67% menyatakan yakin akan penerapan AI dan 32% lainnya yakin akan penerapan AI dalam waktu dekat.

Perubahan besar ini dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk meningkatkan operasional Pusat Keamanan atau Pusat Operasi Keamanan (SOC). AI dianggap sebagai katalis yang mampu mengubah SOC dari unit reaktif menjadi proaktif, terutama dalam menghadapi serangan siber dengan volume yang semakin kompleks dan masif.

Mengapa Pusat Operasi Keamanan Membutuhkan Penerapan AI?

Perusahaan berencana untuk segera melakukannya keamanan adalah inti dari adopsi AI didorong oleh beberapa motivasi utama seputar efisiensi dan efektivitas. Dalam lanskap ancaman siber yang berubah dengan cepat, mengandalkan sistem manual saja tidak lagi cukup.

Kasus-kasus utama dalam integrasi kecerdasan buatan di lingkungan SOC di kawasan APAC meliputi:

  • Peningkatan efektivitas deteksi ancaman secara keseluruhan (55%).
  • Latihan pelatihan otomatis memakan waktu (47%).
  • Deteksi meningkatkan tingkat positif palsu atau menurunkan akurasi dengan akurasi positif palsu (45%).

Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik di Kaspersky, menekankan bahwa harapan terbesar terletak pada kemampuan AI untuk meningkatkan deteksi ancaman melalui analisis anomali yang luas dan mempercepat respons terhadap berbagai peristiwa. Hal ini memberikan otomatisasi tim keamanan siber fokuslah pada isu-isu yang benar-benar kritis, jangan terbebani oleh serangkaian peringatan palsu.

Tentang prospek Integrasi Buatan

Organisasi-organisasi di Asia Pasifik diharapkan memiliki harapan yang jelas tentang bagaimana AI harus bekerja di lapangan. Mereka tidak hanya mencari alat yang lebih cerdas, namun juga sistem yang dapat mengambil tindakan proaktif dari analisis data.

Sekitar 60% responden menaruh harapan besar terhadap kemampuan AI dalam mendukung analisis otomatis. Kemampuan ini sangat penting untuk mengidentifikasi pola anomali dan aktivitas mencurigakan yang luput dari perhatian manusia atau sistem konvensional. Di dunia saat ini, di mana jutaan log data dihasilkan setiap hari, hanya AI yang dapat memproses data dalam jumlah besar secara real-time (waktu nyata).

Selain analitik, sekitar 55% organisasi juga mengharapkan AI untuk mendorong otomatisasi respons insiden. Hal ini biasanya dilakukan melalui solusi SOAR (Security Orchestration, Automation, dan Response) yang disempurnakan dengan AI.

Ketika ancaman terdeteksi, AI dapat memicu skenario respons yang telah ditentukan sebelumnya, termasuk penghapusan tuan rumah menginfeksi atau memblokir alamat IP berbahaya, tanpa memerlukan manusia. Kecepatan respons ini sangat penting karena penyerang siber sering kali hanya perlu memindahkan beberapa hal dari akses penyelundupan data awal.

Di balik Ambisi Integrasi Teknologi AI terdapat tantangan yang berat

Meski ada keinginan untuk menangkap teknologi AI Secara mendalam, penelitian Kaspersky mengeksplorasi kesenjangan yang signifikan antara desain yang direncanakan dan implementasi di lapangan. Penerapan AI yang sukses memerlukan landasan yang kuat, dan banyak perusahaan masih berjuang menghadapi keterbatasan mendasar.

Tantangan utama yang dihadapi oleh 44% organisasi di Asia Pasifik adalah terbatasnya pelatihan berkualitas tinggi. Contoh AI ini hanya akan seakurat data yang digunakan untuk latihan ini. Jika data awal tidak seimbang, tidak lengkap atau tidak relevan, hasil deteksi AI tidak akan efektif bahkan dapat menimbulkan risiko baru.

Selain masalah data, kurangnya talenta AI di perusahaan juga menjadi kendala serius bagi 37% responden. Mengembangkan dan memelihara model AI memerlukan spesialisasi ganda, yaitu keahlian keamanan siber yang mendalam dan pengetahuan tentang ilmu data dan pembelajaran mesin.pembelajaran mesin).

Tantangan teknis dan operasional lainnya yang menghambat proses integrasi meliputi:

  • Munculnya ancaman baru terkait penggunaan AI, seperti serangan musuh (34%).
  • Kompleksitas pengintegrasian dan pengelolaan solusi AI ke dalam infrastruktur keamanan yang ada (34%).
  • Tingginya biaya pengembangan dan pemeliharaan teknologi ini (33%).

Anton Ivanov, Chief Technology Officer Kaspersky, menyoroti keterbatasan sumber daya manusia di bidang keamanan siber dan AI secara internal menjadikan tugas yang sulit bagi banyak organisasi untuk berkembang. Hal ini memaksa perusahaan untuk mencari solusi eksternal.

Solusi Keamanan Siber untuk Menjembatani Kesenjangan

Mengingat tantangan yang ada, terutama kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya kualitas data, bisnis keamanan siber memiliki peran penting dalam menyediakan teknologi yang matang dan mudah diintegrasikan. Perusahaan-perusahaan keamanan siber kini berinvestasi besar-besaran dalam meluncurkan fitur-fitur berbasis AI di seluruh produk andalan mereka, sehingga beban pengembangan model tidak lagi menjadi tanggung jawab pengguna akhir.

Untuk membangun dan mengoperasikan Pusat Keamanan yang kuat dan didukung AI, Kaspersky merekomendasikan tiga langkah strategis:

  1. Mereka menggunakan layanan konsultasi SOC sejak usia dini, serta ketika membangun sistem baru dan meningkatkan sistem keamanan.
  2. Optimalkan penggunaan solusi SIEM (Informasi Keamanan dan Manajemen Peristiwa) berbasis AI untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memprioritaskan peringatan keamanan secara efektif.
  3. Lengkapi tim keamanan dengan intelijen ancaman yang ditingkatkan berdasarkan kemampuan kecerdasan buatan, yang berupaya mendapatkan konteks terkini dalam keterampilan dan teknik penyerang.

Integrasi kecerdasan buatan bukan lagi sebuah pilihan tambahan, melainkan sebuah kebutuhan strategis bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang ingin tetap dinamis dan aman di tengah dinamika ancaman siber global. Dengan mengatasi kendala data dan sumber daya manusia, serta memanfaatkan solusi keamanan siber yang matang, perusahaan dapat mewujudkan potensi penuh AI untuk menciptakan pertahanan siber dengan lebih cepat dan cerdas.


Dapatkan informasi terkini seputar Gadget, Elektronik, Anime, Games, Techno dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui media sosial TechnoNesia. Ikuti kami di:

News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *