Bill Gates menyoroti peran strategis Indonesia dalam perubahan iklim global. 3 Tanda-tanda bumi takhayul yang diungkapkannya dan solusi yang paling mengerikan!
TechnonesiaID – Pendiri Microsoft dan salah satu dermawan paling berpengaruh di dunia; Bill Gateskembali menyoroti peringatan tentang ancaman terbesar bagi umat manusia: perubahan iklim. Dalam postingan blog pribadi terbarunya, Gates tidak hanya menjelaskan situasi kritis di Bumi, tetapi juga menyebutkan nama bagian-bagian dunia besar, termasuk Indonesiadibandingkan dengan emisi gas rumah kaca.
Pendapat tersebut tentunya patut mendapat perhatian, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya alam dan jumlah penduduk terbesar sehingga menjadi pemain kunci dalam upaya mitigasi iklim global. Lalu, bagaimana persoalan kritis tersebut diungkapkan melalui Gerbang, dan apa solusinya?
Perubahan Iklim Bill Gates dan Target Net Zero
Gates memulai presentasinya dengan data yang mengejutkan. Menurutnya, aktivitas manusia di Bumi setiap tahun menghasilkan sekitar 51 miliar ton gas rumah kaca. Angka ini khususnya menunjukkan betapa cepatnya kita menuju ke arah langit yang tidak stabil.
Dia menekankan bahwa jika kita ingin membalikkan tanda-tanda “kiamat bumi” dan mencegah bencana lingkungan yang tidak dapat dihindari, satu-satunya cara adalah dengan menghilangkan angka 51 miliar ton tersebut. Inilah inti dari konsep tersebut Tidak ada emisi bersih Tidak atau Bersih.
Upaya untuk mencapai Net Zero bukan hanya tentang mengurangi emisi CO2 di sektor energi, namun melibatkan perombakan total dalam cara kita memproduksi barang, melakukan perjalanan, menanam makanan, dan bahkan mendinginkan dan memanaskan bangunan. Semua pihak harus bertransformasi.
Kontribusi Indonesia terhadap Emisi Gas dan Sektor Pangan
Gates menegaskan, emisi gas rumah kaca mungkin tidak hanya berasal dari pabrik dan kendaraan bermotor. Sebagian besar, sekitar 7% dari 51 ribu ton total emisi global, berasal dari proses yang jarang diketahui masyarakat; produksi lemak dan minyak dari hewan dan tumbuhan.
Ini dia Indonesia berkontribusi terhadap emisi gas menjadi signifikan. Sebagai produsen utama komoditas pertanian global, seperti minyak sawit dan produk peternakan, aktivitas di Indonesia berdampak langsung pada persentase 7% tersebut. Proses konversi lahan, penggunaan pupuk, dan metabolisme ternak semuanya mengeluarkan gas rumah kaca yang sangat kuat.
Gates sangat menyadari bahwa rencana untuk sepenuhnya menghilangkan konsumsi lemak hewani atau minyak nabati di masyarakat global saat ini tidak dapat dipertahankan. Namun tujuan utamanya adalah mendorong inovasi yang tajam untuk menciptakan produk tersebut rendah karbon Semua atau tidak sama sekali.
3 Tanda Kiamat Bumi Menurut Calon Gerbang
Meskipun Bill Gates jarang menggunakan kata-kata hiperbolik seperti “morsday”, ia menggunakan data ilmiah untuk menggambarkan jangka panjang jika emisi mencapai nol. Tanda-tanda ini mewakili dampak nyata yang mulai kita rasakan;
- Kenaikan Suhu Global yang Impoten: Ini akan menjadi banyak duka. Peningkatan suhu rata-rata global diperkirakan akan melampaui batas aman internasional (1,5°C). Peningkatan suhu ini tidak hanya menyebabkan cuaca panas, namun perubahan iklim dasar.
- Ketidakseimbangan Ekosistem Pangan dan Air: Dengan suhu yang lebih tinggi dan pola curah hujan yang tidak menentu, wilayah pertanian utama di dunia – termasuk Indonesia – akan menghadapi kegagalan panen. Setidaknya hal ini menimbulkan krisis pangan dan air minum, sehingga menimbulkan ketidakstabilan sosial dan ekonomi.
- Bencana alam ekstrem semakin meningkat; Lautan yang hangat akan dilanda badai dan siklon yang lebih kuat, sementara kekeringan yang berkepanjangan ditandai dengan banjir yang merusak. Kerugian ekonomi akibat bencana ini akan mencapai triliunan dolar, sehingga mengikis pembangunan selama beberapa dekade.
Perubahan iklim masa depan tidak lagi dalam bahaya; ini adalah masalah yang mempengaruhi infrastruktur, kesehatan masyarakat, dan stabilitas geopolitik saat ini.
Solusi Ekstrim: Pendorong Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan
Menurut Portas, solusi permasalahannya pun sama Bill Gates tentang perubahan iklim Hal ini terletak pada besarnya investasi di bidang inovasi teknologi ramah lingkungan. Gates, melalui yayasannya, telah lama mendorong pengembangan teknologi yang dapat menghasilkan energi, semen, baja, dan bahkan makanan, tanpa mengeluarkan karbon.
Teknologi yang dibutuhkan untuk menghasilkan “Green Premium” haruslah rendah. Premium Hijau ada perbedaan yang jelas antara teknologi yang menghasilkan emisi dan yang tidak. Karena di dunia ini tidak ada solusi nyata untuk diadopsi, maka harga yang diinginkan penulis adalah hal yang penting.
Bidang Prioritas Inovasi Global
Untuk mencapai tujuan Net Zero, Gateway telah mengidentifikasi beberapa bidang yang paling memerlukan terobosan radikal, termasuk bidang yang paling relevan dengan upaya tersebut. Indonesia berkontribusi terhadap emisi gas:
- Produksi Pangan dan Pertanian: Pilihan pengembangan rendah karbon untuk lemak hewani dan minyak nabati, serta inovasi dalam pengelolaan lahan untuk meminimalkan emisi metana dan nitrogen oksida.
- Energi Terbarukan dan Penyitaan: Baterai yang murah dan tahan lama serta pembangkit energi nuklir baru (seperti reaktor mini modular) menjamin pasokan energi bebas karbon yang stabil 24/7.
- Industri Berat: Menciptakan metode baru untuk memproduksi semen, baja, dan plastik, yang secara historis sangat intensif energi dan karbon.
Indonesia, dengan panas bumi, tenaga surya, dan komitmen terhadap kendaraan listrik, memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin dalam penerapan teknologi ramah lingkungan ini. Rencana dukungan dan inisiatif modal sangat penting untuk mempercepat transisi ini.
Menuju Masa Depan yang Lebih Hijau
Peringatan mengenai tagihan gerbang ini merupakan seruan yang jelas: kita harus bertindak cepat, dan tindakan harus didukung oleh pengetahuan dan investasi besar. Angka 51 ribu ton per tahun menjadi beban yang harus dikurangi. Upaya mitigasi iklim tidak hanya menjadi tanggung jawab negara maju, namun juga melibatkan peran strategis negara berkembang, seperti Indonesia dalam mengelola sumber daya dan menggunakan inovasi.
Indonesia dapat memimpin upaya regional untuk mengurangi emisi dari sektor pertanian dan industri – yang merupakan tujuan utama Gateway – dan membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pembangunan berkelanjutan. Masa depan bumi sangat bergantung pada seberapa serius kita menghadapi tantangan ini.
Dapatkan informasi terkini seputar Gadget, Elektronik, Anime, Games, Techno dan Berita Tekno lainnya setiap hari melalui media sosial TechnoNesia. Ikuti kami di:
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
Situs berita olahraga khusus sepak bola adalah platform digital yang fokus menyajikan informasi, berita, dan analisis terkait dunia sepak bola. Sering menyajikan liputan mendalam tentang liga-liga utama dunia seperti Liga Inggris, La Liga, Serie A, Bundesliga, dan kompetisi internasional seperti Liga Champions serta Piala Dunia. Anda juga bisa menemukan opini ahli, highlight video, hingga berita terkini mengenai perkembangan dalam sepak bola.
